Cari Blog Ini

Senin, 07 Januari 2013

Memorable Place in Bali


Sudah lama ya, tak menulis perjalanan traveling di blog ya…Kangeeen…
Eeeeem……Sebetulnya kemarin, saia berkesempatan melakukan trip di pantai Klayar (Pacitan,Jatim), di pantai Sundak (Wonosari DIY), dan Tlaga warna Dieng dan beberapa candi (Wonosobo, Jateng). Namun semuanya tidak dapat saia share baik sekedar informasi tentang objek-objek wisata tersebut maupun tentang cerita unik yang telah saia dapatkan. Sebelumnya, saya Berterimakasih kepada Alloh yang Maha Rahim, yang selalu memberikan saya nikmat kebahagiaan, kasih sayang, kesempatan, kesehatan, dan perlindungan yang sampai detik ini selalu menaungi saia dan kehidupan saia ditengah-tengah ujian yang mendera saat itu sehingga saia dan soulmate traveling saia tidak dapat bersama dalam melakukan trip amazing tersebut. Trimakasih ya Rabb…dibalik ujianMu terdapat nikmatMu yang lebih, Alhamdoulillah ya Rabb…! Atas izinMu Engkau telah mengganti dengan kebahagiaan berlebih di Bali.Trimakasih sekali lagi saia ucapkan pada keluarga besar di Temanggung yang memprakasai dan memfasilitasi trip Amazing di 3 provinsi berbeda tersebut, Arigato Ghozaimasu!

Uke, sesuai dengan judul Memorable Place in Bali yang saya buat kali ini sekali lagi saia ucapkan Alhamdulillah… atas Kehendak dan Kuasa Alloh yang telah kembali memberikan kesempatan kepada saia dan rekan kembali bersama-sama dalam sebuah trip yang lebih amazing , lebih menyenangkan, dan lebih berarti. Cerita kali ini terasa special karena tidak seperti kemarin yang melulu mengangkat pariwisata Jateng dan DIY, namun saia dan rekan specialis travelling saia berkesempatan mengeksplore Pulau Dewata melalui sebuah kegiatan kira-kira tanggal 21 November 2012.

inilah ceritanya....

 Setelah sehari penuh dalam perjalanan, kami akhirnya tiba di kapal untuk menuju Gili Manuk, walaupun belum sempat mandi, kami tetap exist mengambil sweet moments bersama keluarga. Dalam perjalanan diatas kapal, inilah yang dapat kami sajikan, pemandangan laut, pegunungan dan sun rise nan cantik mengawali hari kami di Bali.













Setelah hampir 2 jam akhirnya kami sampai di Bali. Di Bali kami mengunjungi beberapa objek wisata diantaranya Tanah Lot, Tanjung Benoa, Pulau Penyu, Dream Land, Jimbaran, Pusat oleh-oleh Dewata-Kuta, Joger.

 ### Tanah Lot
 Tanah lot adalah tujuan wisata pertama kami,disana harga tiket untuk wisatawan domestik Rp.10.000,- untuk dewasa dan Rp.7.500,- untuk anak-anak sedangkan untuk wisatawan manca Rp. 30.000,- untuk dewasa dan Rp. 15.000,- untuk anak-anak. Waktu operasional dibuka setiap hari dari jam 07.00-19.00 WITA. Disana kita dapat menyaksikan pementasan tarian kecak api pukul 18.30 setiap harinya di Surya Mandala Cultural Park Tanah Lot dengan harga Rp.50.000,-
 Setelah dari area parkir dan membeli tiket masuk di Gate Tiket, kita akan melewati Pasar seni, tempat membeli oleh-oleh khas Tanah Lot. Sangat menyenangkan, karena Tanah Lot menawarkan banyak pilihan diantaranya “Sunset Terrace , Pura Tanah Lot, Pura Enjung Galuh, Pura Jro kandang, Pura Batu Bolong, Pura Batu Mejan, Surya Mandala, Pura Pekendungan”.
Disana saia dan rekan menikmati breakfast bersama dengan menu yang telah disediakan oleh resto yang sudah diatur oleh agen travel kami.
Sejarah Tanah Lot yang saia peroleh kurang lebih sebagai berikut:
Dahulu, pada masa kerajaan Majapahit di Jatim, ada seorang bhegawan bernama Dang Hyang Dwi Jendra yang dihormati atas pengabdiannya pada raja dan rakyat melalui ajaran-ajaran sepiritual hindu yaitu “Dharma Yatra”. Di Lombok beliau di sebut Tuan Semeru yang diambil dari nama sebuah gunung di Jatim. Beliau datang ke Bali pada abad ke 15 masa pemerintahan raja Dalem Waturenggong yang mengizinkan beliau menyebarkan ajarannya ke berbagai pelosok Bali hingga ke desa Beraban. Disana beliau menemukan mata air dan tempat yang indah untuk melakukan meditasi pemujaan kepada dewa penguasa laut yang di sebut Gili Beo (gili berarti batu karang dan beo berarti burung). Penduduk desa Beraban pada saat itu masih menganut monotheisme yang dikepalai oleh Bendesa Baraban Sakti.mengetahui penduduk desa mengikuti ajaran Dang Hyang Niratha, Bendesa Beraban menjadi murka dan bermaksud mengusirnya dari desa. Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki oleh Dang Hyang Niratha, beliau melindungi diri dari serangan Bendesa Beraban dengan memindahkan batu karang tersebut ke tengah lautan dan menciptakan ular-ular disekitar batu karang dengan selendangnya sebagai penjaga tempat tersebut. Kemudian beliau member nama “Tanah Lot” yang berarti tanah di tengah lautan. Akhirnya Bendesa mengakui kesaktian Dang Hyang dan mengikuti ajaran yang dibawanya. Sebelum Dang Hyang Niratha pergi, beliau memberikan sebilah keris suci yang diberi nama Ki Baru Gajah kepada Bendesa Beraban. Saat ini keris tersebut diistanakan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan oleh masyarakat setempat dan di upacarakan setiap hari raya Kuningan. 
Demikianlah sejarah singkatnya, walaupun saia dan rekan belum mandi 1,5 hari lamanya tetapi kami masih tetap exis berpose bersama.

### Tanjung Benoa dan Pulau Penyu
 Setelah puas di Tanah Lot, perjalanan kami lanjutkan ke Tanjung Benoa.
Tanjung Benoa merupakan objek wisata pantai dengan berbagai wahana air. Dari mulai perahu biasa, jet ski, paraseling, banana boat dan masih banyak lagi lainnya. Setibanya disana, kami langsung makan siang dengan berbagai macam menu prasmanan, semuanya lengkap dan cukup membuat kami sangat kenyang. Kami selalu bersama-sama dan kami memilih untuk naik boat.
Di atas boat terasa sangat menyenangkan dan kami selalu tertawa karena operator boat kami “top markotop”, operator kami bisa ngebut dan beratraksi, bahkan seakan menantang perahu-perahu lain untuk berpacu, manufer-manufer hebat dilakukan, lenggok kanan kiri atau bahkan menikung semuanya dioptimalkan. Dan saia pikir hanya dia operator yang totalitas memuaskan pengunjung,,,,dan dia juga tampak senang ketika kami sorak sorai puas, saia mengamatinya, dia benar-bener bekerja dengan hati “operator jelek bener”. Dan yang paling menarik didalam boat disediakan banyak roti tawar untuk kita agar diberikan pada ikan-ikan dilaut lepas. Ditengah boat dialasi kaca bening tebal yang difungsikan agar penumpang dapat menyaksikan dasar laut baik ikan maupun terumbu karang. Lautnya cukup jernih dan ikan-ikan sudah terbiasa dengan roti tawar yang dibawa oleh pengunjung.
Silahkan mencoba… Walaupun hampir 2 hari belum mandi, inilah hasilnya..













Setelah itu,kami menuju pulau penyu di Moncoot Sari












Setelah melewatkan siang di pulau ini, kami melanjutkan perjalanan ke Dream Land, pantai indah, jernih, bersih dan tampak biru cantik, pasir putih yang membentang “subhanallah, indahnyooo…”

  ###Dream Land
 Cerita atau info tentang dream land sementara kita skip dulu. Saking indahnya dreamland, sulit bagi saia mendeskripsikannya, mungkin itu alasannya mengapa pantai itu disebut dream land,hehe  Kegiatan yang dapat saia lakukan adalah bersama-sama bermain pasir dan nyebur ke pantai, ombaknya besar, sehingga terlalu berbahaya jika kami bermain ketengah. Selain itu, kebetulan di Denpasar sedang terjadi gempa berskala kecil, sehingga saia sedikit hawatir menikmati indahnya ciptaan Tuhan tersebut

  ### Jimbaran
 Pantai dengan ombak ramah dengan pantainya yang super luas dengan sajian berbagai resto dengan segala fasilitasnya membuat jimbaran ramai pengunjung. Di pantai inilah kami merayakan little party dengan jamuan dinner yang asik. Dengan beground pantai dan laut lepas, café disini menawarkan suasana yang menyenangkan dan digemari wisatawan manca. Cahaya yang temaram membuat cafécafe ini terlihat romantic untuk gala dinner dan pesta. Dipimpin oleh seorang wanita yang luar biasa, jadilah jamuan ini sebagai perayaan pesta ulang tahun yang cukup meriah. Kami menyantap see food special dan cukup lengkap, ditambah dengan cha kangkung sebagai pelengkap.
 Disinilah dahulu Jimbaran menorehkan sejarah. Tempat dimana teroris berhasil mencoreng pariwisata pulau Dewata dengan adanya Bom Bali yang menewaskan beberapa wisatawan local maupun domestic.
Malam beranjak larut, saia dan rekan bersama rombongan keluarga membutuhkan istirahat setelah sehari semalam perjalanan dan sehari berwisata. Akhirnya kami bermalam di Kuta tepatnya di Fave Hotel. Dengan fasilitas yang lebih dari cukup, membuat lelah yang kami rasakan telah terbayar.

  ###Fave Hotel
Breakfast time

###Dewata, shopping center
 Terletak di Kuta, Dewata menyajikan berbagai macam oleh-oleh dan souvenir Bali. Disinilah acara kegiatan yang sebenarnya dilaksanakan.
### Joger
 Setelah dari Dewata perjalanan menuju shopping center yang ke dua. Disinilah kami membeli oleh-oleh untuk keluarga. Hehe,tips yang dapat saia sampaikan disini. Pilihlah souvenir yang benar-benar Anda suka. Jika belum ketemu, jangan buang waktu Anda hanya di satu outlet, karena kebanyakan shopping membutuhkan watu yang lama untuk mencari dan memilih. Gunakanlah waktu seefisien mungkin. (berdasarkan pengalaman saia dan soulmate saya, yang kehabisan waktu dan belum sempat ke bagian souvenir yang lain, kebetulan stok yang tersedia sedang limit,yaaaaach, kami hanya mendapat sepasang jaket putih, namun tetap Alhamdoulillaaaaaah…. ((bersambung ^_^

Pembaruan kondisi terkini Simpang 5


Kecewa, begitulah yang saya rasakan ketika melihat pedestrian simpang 5 yang diperbaharui. Tidak dipercantik dengan bahan yang lebih bagus tapi dibangun seadanya dengan hanya memberikan efek tidak rata. Saat hujan, pedestrian terlihat ngecembeng air karena air tidak dapat mengalir dan hanya kering bila sinar matahari terik. Tindakan menciptakan efek tidak merata pada pedestrian simpang 5 tidak jauh karena alasan pemanfaatan lahan sepatu roda yang semakin ramai. Objek permainan sepatu roda sebagai hiburan masyarakat pada malam hari semakin ramai sehingga mungkin membuat jantung kota Semarang ini agak macet. Namun kemacetan terjadi pada malam hari, bukan disaat jam-jam kerja. Semakin larut kawasan simpang 5 khususnya jalan pahlawan dan kawasan taman KB semakin ramai. Mungkin itulah alasan agar simpang 5 sekarang tidak lagi dijadikan lahan para pelaku bisnis sepatu roda. Inilah salah satu kebijakan pemerintah untuk menertibkan kembali kawasan simpang 5. Beberapa bulan yang lalu setelah pembaruan pedestrian di kota Semarang selesai dikerjakan, demam sepatu roda mewabah tepat di jantung kota, Simpang Lima Semarang. Pedistrian yang sangat lebar dan halus mulai di sepanjang jalan Pandanaran, tepi simpang 5, hingga pedestrian jalan pahlawan dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk bermain sepatu roda pada malam hari. Sebetulnya, pemanfaatan ini tercetus dari sebuah ide dalam mengisi kegiatan pra puasa hingga libur lebaran kemarin sekitar bulan Juli dan Agustus 2012. Bagi sebagian masyarakat kegiatan ini cukup menarik terlebih untuk menanti buka puasa dan mengisi waktu setelah tarawih sampai waktu sahur tiba. Hal ini dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha dengan berbinis rental sepatu roda berbagai ukuran. Benar saja, menurut salah seorang pemilik rental, bisnis ini sangat menguntungkan. Tak tanggung-tanggung, keuntungan pemilik rental tiap malamnya semakin meningkat fantastis hingga jutaan rupiah. Para pengunjung yang tertarik berlatih dan bermain sepatu roda dikenakan beban sewa sebesar Rp. 15000 perjamnya. Kebanyakan pemain sepatu roda ini adalah kalangan remaja dan anak-anak, namun kalangan dewasa dan setengah baya pun juga ikut mendominasi sebagai pemain sepatu roda. Para pemain professional dan amatiran berpadu jadi satu, ada kalanya mereka bermain bersama membentuk rangkaian memanjang kebelakang. Jatuh bangun pun seakan jadi tontonan menarik yang sudah biasa di Simpang 5 ini. Bagi saya, ini menjadi tantangan baru yang dapat kita lakukan dalam mengisi malam week-end. Saya dan pasangan tertarik mencoba. Setelah beberapa kali kami akhirnya berhasil merekomendasikan permainan ini pada teman dan saudara. Mereka pun tertarik sama seperti halnya saya. Pada sebuah kesempatan di pertengahan bulan Oktober bersama dengan keluarga, akhirnya saya berhasil mengabadikan momen ini. Berlatih bersama dengan kegembiraan dan canda. Jatuh bangun yang dialami tidak menjadikan kami jera malah semakin bersemangat mencoba hingga melanggar batas jam sewa. Untung sang pemilik rental sepatu roda mau berbaik hati. Keluarga besar “ H n G ” in action
Tidak ada kendala yang berarti bagi pemula seperti kami. Semuanya kami latih secara otodidak tanpa instruktur khusus. Hanya bermodal nekat saja kami bisa menguasai sepatu beroda tersebut. Objek bermain sepatu roda di simpang semakin ramai, tak hanya pemilik rental sepatu roda , pedagang asongan dan penjaja jajanan keliling pun ikut merauk untung. Pengunjung mendapatkan kepuasan dengan hanya sekedar bermain dan yang menjadikan sepatu roda menjadi hobi baru yang menyenangkan. Semoga para pemilik bisnis sepatu roda tidak mengalami kerugian berarti, roda perekonomian antar penyewa dan pengguna sepatu roda tetap berjalan dengan baik, semoga ada lahan lain yang lebih menyenangkan yang dapat digunakan selain simpang 5. Salam sensass!!!!