Indah pagi selalu datang dengan disiplin pada jam yang sama ditiap harinya. Tidak seperti dahulu, pagi sekarang terasa begitu cepat datang dan waktu menjadi makin cepat berlalu…
Buatku, pagi ini terasa makin mantap saat ada secangkir kopi panas atau segelas teh hangat yang mengawali hari ini dan menjadikan sebuah semangat atau sedikit inspirasi. Seteguk demi seteguk ku minum kopi yang berada ditanganku. Sesekali ku putar cangkirnya...ku amati rasanya, takarannya pas, manisnya pas, ditambah cream dan rasa mocca yang pas, Komposisi yang pas dan semuanya terasa pas dilidahku, nikmatnya... Trimakasih Tuhan…atas segala nikmatMu pagi ini, Trimakasih Tuhan…untuk rasa nikmat kopi ini.
Entah berapa ribu nyawa yang telah dihidupi melalui sebutir biji kopi yang diciptakanNya. Sebutir Biji kopi yang berbentuk sederhana bahkan tidak cukup menarik dalam wujud mentahnya. Namun setelah berproses, biji kopi yang sederhana dan pahit menjadi terasa luar biasa berkat daya cipta,rasa dan karsa kita. Sama halnya dengan kopi yang berproses, manusia dan kehidupan juga berproses…. Dari buruh pemetik dan pengolah kopi, pengusaha kopi, distributor kopi dari pedagang asongan, angkringan hingga coffe shop bergengsi semuanya berproses untuk dapat menjadi sukses. Demikian juga aku yang berproses dalam menikmati kopi.
Kuputar kembali secangkir kopi dihadapanku, seteguk dua teguk masih terasa kurang…rasanya pas, komposisinya sama bahkan dengan merek lebel yang sama pula tapi ada yang berbeda, sangat berbeda…. Kopi yang ku minum sekarang berbeda dengan kopi beberapa tahun yang lalu, kopi beberapa bulan yang lalu, bahkan dengan kopi beberapa hari yang lalu.
Kopi yang kunikmati beberapa tahun yang lalu sejak 2006-2008, di jalan Pahlawan, dekat dengan pusat kota Semarang…kopi angkringan “mbah Marijan” yang sekarang berpindah di Kusumawardhani gang kecil disamping Bang Indonesia. Kopi itu terasa begitu hangat dan kental, kopi yang sama dengan rasa berbeda. Bukan kopinya… tapi kehangatannya yang berbeda. Kopi yang menyatukan kita dalam persahabatan, kopi yang menghangatkan kita dalam menikmati malam kota Semarang. Itulah kopi sahabat yang ku rindukan masanya…. Sangat aku rindukan…
Sekarang tak ada lagi kopi sahabat setelah masa itu, namun kopi buatku menjadi meng-adat, berubah menjadi kopi keluarga. Kopi yang dibuat tiap pagi sebagai sarana alat bangun pagi. Kadang, kopi hitam sengaja dibuat sebagai pemancing agar aku terbangun, saat hari libur, hari malas untuk bangun. Kopi dan aroma khasnya memenuhi ruang kamar tidurku menjadikanku terpaksa bangun demi secangkir kopi, itu lah intrik brother-ku agar aku bersegera bangun untuk menjalankan tugasku. Seperti sesaji wajib untuk membangunkan ruh-ruh bergentayangan. Kebersamaan dalam segelas mug kopi terkadang harus terbagi dengan beberapa saudara yang ada. Sampai sekarang adat-istiadat itu masih terjaga,tak ada pembeda merk sebuah kopi, asal ada kopi,lets join-us ! Itu slogannya.
Tahun 2009 hingga penghujung 2011 aku kehilngan masa indah menikmati kopi. Aku membuat kopi hanya sesekali saat aku butuh teman untuk menemani malamku sekedar untuk duduk-duduk di depan layar computer di kamar. Kopi yang membuatku bisa melek dan bersemangat mengerjakan tugas ataupun mengejar date line. Sangat jarang melewatkan waktu bersama teman-teman untuk konkow-konkow di angkringan atau pun coffeshop walaupun sesekali sempat namun itu tak lagi terkenang. Seperti kopi yang kehilangan masa. Minum kopi sekedar minum kopi yang habis begitu saja setelah teguk terakhir sebelum ampas ikut terminum, tidak ada kesan… sesekali rasa ingin buang air kecil terasa setelah kopi terproses dilambungku.
Akhir 2011 aku membutuhkan kopi untuk menjaga mataku tetap melek menghadap layar lappop atau membaca setumpuk buku-buku materi untuk menghajar tugas akhir yang menantangku kala itu. Kesan kopi nikmat kembali ku temukan tak hanya di satu merk, tapi ku jajal banyak merk kopi dan dari berbagai daerah. Aku menjelajah, tapi semua kopi tidak ada yang tidak pas dilidahku. Semuanya memiliki karakter masing-masing, semuanya aku suka…sampai kuselesaikan masa skripsweet itu, kopi lah yang paling setia menjadi sahabatku saat suka duka. Saat kehilangan masa, saat kehilangan sahabat yang bernyawa. Itulah puncak keintimanku dengan segelas kopi yang membuatku mengandung, mengandung banyak karya, dari sekedar beban kuliah,tugas akhir, tugas kantor, cerpen-cerpen,puisi ataupun inspirasi lainnya. Aku telah melahirkan semuanya dan kopi lappop yang mem-bidani prosesnya. Hehehe….
Aku kembali memutar-mutar cangkir ditanganku, ku minum lagi seteguk…ku bernafas lega. Rasa kopi ini berbeda dengan kopi yang ku minum beberapa bulan yang lalu. Beberapa bulan yang lalu nikmat minum kopi sangat terasa terlebih di awal tahun2012. Aku merasa menemukan masa-masa unik lagi melalui kelezatan secangkir kopi. Dan aku tidak menyangka, aku menemukan soulmate ku lewat secangkir kopi ini,,,,rasa manisnya unik, tidak seperti cream dan mocca yang baru saja ku teguk. Kopi ini kopi tanpa merk dagang pasaran, kopi ini istimewa karena racikannya yang dirahasiakan. Komposisinya pun sederhana hanya kopi, gula, air yang direbus bersama dan diaduk dengan batang ranting jambu biji sedikit ditambah susu karena yang ku pesan saat itu kopi susu, karena kopi ini I’m falling in love….
Dan jauh terbenam dalam hatiku, ku terinspirasi oleh cintaku pada kopi yang membawaku pada keinginan suatu saat, suatu hari,suatu waktu, aku menjadi sebuah owner coffe shop yang simple dan menyatukan berbagai sosialita. Semua berawal dari kopi yang dapat menyatukan banyak perbedaan. Perbedaan yang tercipta karena hasil buah fikiran dari dua kepala dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut menjadi cerita yang wajib dikisahkan dalam sebuah jamuan kopi. Cerita unik, pengalaman menarik, perpaduan ide dan pendapat, wacana- wacana yang penting sampai kurang penting muncul dari sebuah perbincangan minum kopi hampir tiap malam. Secangkir kopi seakan melewatkan malam kami dalam kebersamaan “diskusi” yang menarik. Terkadang diskusi tersebut tidak cukup hanya di warkop saja namun harus dilanjutkan lewat diskusi telepon sampai pagi. Ada saja yang didiskusikan kala itu…. Dan itulah yang menobatkan rekan saya menjadi jendral kelelawar yang hidup hanya pada malam hari sedangkan aku menjadi makhluk yang hidup di dua alam, baik alam siang dan alam malam….haram dimakan! ( maklum saja akulah adiknya Sundel_mb’wida *red :D )
Secangkir kopi yang sering kita minum menjadikan kita bosan, bukan dengan rasa kopinya tapi bosan dengan situasinya. Dengan ide juga kita berinisiatif menyelingi kopi dengan secangkir coklat hangat. Kita bergerilya dari warkop ke warkop seantero Sekaran, pernah sejenak mampir di kopi-kopa yang menyediakan hiburan lain “stand-up comedy”, namun tetap saja stand-up comedy yang saya suka tidak berhasil mengusik keasyikan kita dalam mengobrol, bahkan malah kita acuh dengan MC yang sedikit usil menyapa kami dengan warna baju yang sama yang kebetulan kita kenakan. Secangkir kopi yang biasa kita minum akhirnya melibatkan aku dan rekanku dalam sebuah ide bisnis, Ide bisnis yang membuat kita berfikir dan selalu berpendapat…beberapa segmen bisnis kita komentari.
Faktanya, kopi ternyata bisa menghubungkan ranah pikiran kita, lebih dari itu, kopi juga menghubungkan pertalian hati,,,(tet toooooooot…….Attention!! cerita yang Anda baca, bukan cerita fiktif belaka, semuanya diangkat dari nara sumber yang terpercaya jika Anda berlanjut membaca dan makin tidak percaya, maka hubungi saya selaku pecinta kopidan coklatnya, ). Singkat cerita, rekan saya berhasil mewujudkan ide bisnis yang sekarang telah berjalan. Sedikit banyak ide itu berkat kandungan kopi yang berfungsi membantu merangsang ide-ide brilian. Semoga bisnis yang sudah berjalan dapat terkelola dengan baik, slalu sukses, jaya dan barokah, Amiiiiin…..Amiiiiin….
Itulah rasa kopi beberapa bulan lalu yang amat sangat saya rindukan,,,,masa-masa unik yang dijalani dengan kebersamaan dilengkapi secangkir kopi. Kembali kubandingkan rasa kopi ditanganku dengan kopi yang saya rasakan beberapa hari yang lalu…
Beberapa hari yang lalu, aku menikmati kopi kadang di pagi hari, kadang disiang hari, kadang di malam hari….semuanya tergantung keinginan saja. Sempat berniat menghentikan kebiasaan minum kopi karena alasan kosmo medis , namun nyatanya tak berhasil karena tidak diniatkan secara serius. Alih-alih berhenti malah makin konsumtif karena relasi soulmate yang terjalin. Beberapa hari yang lalu aku menikmati kopi instan dengan merk-merk yang tidak sama setiap harinya namun kopi itu disediakan oleh orang yang kita sayangi…. Tidak lagi membahas komposisi atau racikan kopinya, namun kali ini adalah rasa kopi pada tiap merk berbeda yang disediakan oleh orang yang sama….(soulmate/garwo) rasanya………tentu berbeda, lebih enak, terlebih saat kopi suam-suam kuku bisa disuapkan atau saling menyuapi lebih tepatnya,sangat enak…. Dengan kopi sekali lagi, menyampuli kebersamaan kita, membingkai indah keterbiasaan menjadi kehangatan. Walaupun kopi disajikan oleh sebuah warung milik bu Hamida alias bu Hamdanah (Bu Heeem* red) atau saya sendiri yang menyajikannya, rasanya sama enaknya…sure! It’s work!!! Dan dari kopi ini, aku punya harapan falsafah yang sedikit mekso…(sangat mekso)
Semoga Soulmateku ini seperti kopi, yang setia bagaimana pun keadaan penyintanya, baik suka dan duka, soulmate seperti kopi yang berapa pun harganya tetap memberikan rasa terbaik bagi penyintanya (setia bagaimana pun keadaan kurang atau lebinya couple kita). Soulmate seperti kopi original (selalu jujur dan terbuka). Soulmate seperti esensial fungsi kopi (tidak hanya menyenangkan namun juga dapat menenangkan). Soulmate seperti kopi berbagai rasa, mocca,cream,coklat,susu, (selalu bisa menerima dan melengkapi pasangannya ). Sekali lagi, ku putar cangkir kopi ditanganku….tinggal seteguk, serasa lidahku masih ingin menikmati kebaikan kopi yang bersahabat denganku…..rasanya berbeda kopi beberapa hari lalu dan kopi yang kunikmati sekarang,,,,
Alhamdulillah wa syukurillah, walaupun sendiri menikmati kopi ini namun setidaknya kopi masih setia menemaniku, Semoga Tuhan menyehatkan badanku dan sampai dengan selamanya jiwa ragaku terhindar dari penyakit yang mengharuskan menjauhi kopi (Na’udzubillah).
“Soulmate secangkir kopi_inspirasi kangen yang teramat_masa demi masa 181212”
Buatku, pagi ini terasa makin mantap saat ada secangkir kopi panas atau segelas teh hangat yang mengawali hari ini dan menjadikan sebuah semangat atau sedikit inspirasi. Seteguk demi seteguk ku minum kopi yang berada ditanganku. Sesekali ku putar cangkirnya...ku amati rasanya, takarannya pas, manisnya pas, ditambah cream dan rasa mocca yang pas, Komposisi yang pas dan semuanya terasa pas dilidahku, nikmatnya... Trimakasih Tuhan…atas segala nikmatMu pagi ini, Trimakasih Tuhan…untuk rasa nikmat kopi ini.
Entah berapa ribu nyawa yang telah dihidupi melalui sebutir biji kopi yang diciptakanNya. Sebutir Biji kopi yang berbentuk sederhana bahkan tidak cukup menarik dalam wujud mentahnya. Namun setelah berproses, biji kopi yang sederhana dan pahit menjadi terasa luar biasa berkat daya cipta,rasa dan karsa kita. Sama halnya dengan kopi yang berproses, manusia dan kehidupan juga berproses…. Dari buruh pemetik dan pengolah kopi, pengusaha kopi, distributor kopi dari pedagang asongan, angkringan hingga coffe shop bergengsi semuanya berproses untuk dapat menjadi sukses. Demikian juga aku yang berproses dalam menikmati kopi.
Kuputar kembali secangkir kopi dihadapanku, seteguk dua teguk masih terasa kurang…rasanya pas, komposisinya sama bahkan dengan merek lebel yang sama pula tapi ada yang berbeda, sangat berbeda…. Kopi yang ku minum sekarang berbeda dengan kopi beberapa tahun yang lalu, kopi beberapa bulan yang lalu, bahkan dengan kopi beberapa hari yang lalu.
Kopi yang kunikmati beberapa tahun yang lalu sejak 2006-2008, di jalan Pahlawan, dekat dengan pusat kota Semarang…kopi angkringan “mbah Marijan” yang sekarang berpindah di Kusumawardhani gang kecil disamping Bang Indonesia. Kopi itu terasa begitu hangat dan kental, kopi yang sama dengan rasa berbeda. Bukan kopinya… tapi kehangatannya yang berbeda. Kopi yang menyatukan kita dalam persahabatan, kopi yang menghangatkan kita dalam menikmati malam kota Semarang. Itulah kopi sahabat yang ku rindukan masanya…. Sangat aku rindukan…
Sekarang tak ada lagi kopi sahabat setelah masa itu, namun kopi buatku menjadi meng-adat, berubah menjadi kopi keluarga. Kopi yang dibuat tiap pagi sebagai sarana alat bangun pagi. Kadang, kopi hitam sengaja dibuat sebagai pemancing agar aku terbangun, saat hari libur, hari malas untuk bangun. Kopi dan aroma khasnya memenuhi ruang kamar tidurku menjadikanku terpaksa bangun demi secangkir kopi, itu lah intrik brother-ku agar aku bersegera bangun untuk menjalankan tugasku. Seperti sesaji wajib untuk membangunkan ruh-ruh bergentayangan. Kebersamaan dalam segelas mug kopi terkadang harus terbagi dengan beberapa saudara yang ada. Sampai sekarang adat-istiadat itu masih terjaga,tak ada pembeda merk sebuah kopi, asal ada kopi,lets join-us ! Itu slogannya.
Tahun 2009 hingga penghujung 2011 aku kehilngan masa indah menikmati kopi. Aku membuat kopi hanya sesekali saat aku butuh teman untuk menemani malamku sekedar untuk duduk-duduk di depan layar computer di kamar. Kopi yang membuatku bisa melek dan bersemangat mengerjakan tugas ataupun mengejar date line. Sangat jarang melewatkan waktu bersama teman-teman untuk konkow-konkow di angkringan atau pun coffeshop walaupun sesekali sempat namun itu tak lagi terkenang. Seperti kopi yang kehilangan masa. Minum kopi sekedar minum kopi yang habis begitu saja setelah teguk terakhir sebelum ampas ikut terminum, tidak ada kesan… sesekali rasa ingin buang air kecil terasa setelah kopi terproses dilambungku.
Akhir 2011 aku membutuhkan kopi untuk menjaga mataku tetap melek menghadap layar lappop atau membaca setumpuk buku-buku materi untuk menghajar tugas akhir yang menantangku kala itu. Kesan kopi nikmat kembali ku temukan tak hanya di satu merk, tapi ku jajal banyak merk kopi dan dari berbagai daerah. Aku menjelajah, tapi semua kopi tidak ada yang tidak pas dilidahku. Semuanya memiliki karakter masing-masing, semuanya aku suka…sampai kuselesaikan masa skripsweet itu, kopi lah yang paling setia menjadi sahabatku saat suka duka. Saat kehilangan masa, saat kehilangan sahabat yang bernyawa. Itulah puncak keintimanku dengan segelas kopi yang membuatku mengandung, mengandung banyak karya, dari sekedar beban kuliah,tugas akhir, tugas kantor, cerpen-cerpen,puisi ataupun inspirasi lainnya. Aku telah melahirkan semuanya dan kopi lappop yang mem-bidani prosesnya. Hehehe….
Aku kembali memutar-mutar cangkir ditanganku, ku minum lagi seteguk…ku bernafas lega. Rasa kopi ini berbeda dengan kopi yang ku minum beberapa bulan yang lalu. Beberapa bulan yang lalu nikmat minum kopi sangat terasa terlebih di awal tahun2012. Aku merasa menemukan masa-masa unik lagi melalui kelezatan secangkir kopi. Dan aku tidak menyangka, aku menemukan soulmate ku lewat secangkir kopi ini,,,,rasa manisnya unik, tidak seperti cream dan mocca yang baru saja ku teguk. Kopi ini kopi tanpa merk dagang pasaran, kopi ini istimewa karena racikannya yang dirahasiakan. Komposisinya pun sederhana hanya kopi, gula, air yang direbus bersama dan diaduk dengan batang ranting jambu biji sedikit ditambah susu karena yang ku pesan saat itu kopi susu, karena kopi ini I’m falling in love….
Dan jauh terbenam dalam hatiku, ku terinspirasi oleh cintaku pada kopi yang membawaku pada keinginan suatu saat, suatu hari,suatu waktu, aku menjadi sebuah owner coffe shop yang simple dan menyatukan berbagai sosialita. Semua berawal dari kopi yang dapat menyatukan banyak perbedaan. Perbedaan yang tercipta karena hasil buah fikiran dari dua kepala dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan-perbedaan tersebut menjadi cerita yang wajib dikisahkan dalam sebuah jamuan kopi. Cerita unik, pengalaman menarik, perpaduan ide dan pendapat, wacana- wacana yang penting sampai kurang penting muncul dari sebuah perbincangan minum kopi hampir tiap malam. Secangkir kopi seakan melewatkan malam kami dalam kebersamaan “diskusi” yang menarik. Terkadang diskusi tersebut tidak cukup hanya di warkop saja namun harus dilanjutkan lewat diskusi telepon sampai pagi. Ada saja yang didiskusikan kala itu…. Dan itulah yang menobatkan rekan saya menjadi jendral kelelawar yang hidup hanya pada malam hari sedangkan aku menjadi makhluk yang hidup di dua alam, baik alam siang dan alam malam….haram dimakan! ( maklum saja akulah adiknya Sundel_mb’wida *red :D )
Secangkir kopi yang sering kita minum menjadikan kita bosan, bukan dengan rasa kopinya tapi bosan dengan situasinya. Dengan ide juga kita berinisiatif menyelingi kopi dengan secangkir coklat hangat. Kita bergerilya dari warkop ke warkop seantero Sekaran, pernah sejenak mampir di kopi-kopa yang menyediakan hiburan lain “stand-up comedy”, namun tetap saja stand-up comedy yang saya suka tidak berhasil mengusik keasyikan kita dalam mengobrol, bahkan malah kita acuh dengan MC yang sedikit usil menyapa kami dengan warna baju yang sama yang kebetulan kita kenakan. Secangkir kopi yang biasa kita minum akhirnya melibatkan aku dan rekanku dalam sebuah ide bisnis, Ide bisnis yang membuat kita berfikir dan selalu berpendapat…beberapa segmen bisnis kita komentari.
Faktanya, kopi ternyata bisa menghubungkan ranah pikiran kita, lebih dari itu, kopi juga menghubungkan pertalian hati,,,(tet toooooooot…….Attention!! cerita yang Anda baca, bukan cerita fiktif belaka, semuanya diangkat dari nara sumber yang terpercaya jika Anda berlanjut membaca dan makin tidak percaya, maka hubungi saya selaku pecinta kopidan coklatnya, ). Singkat cerita, rekan saya berhasil mewujudkan ide bisnis yang sekarang telah berjalan. Sedikit banyak ide itu berkat kandungan kopi yang berfungsi membantu merangsang ide-ide brilian. Semoga bisnis yang sudah berjalan dapat terkelola dengan baik, slalu sukses, jaya dan barokah, Amiiiiin…..Amiiiiin….
Itulah rasa kopi beberapa bulan lalu yang amat sangat saya rindukan,,,,masa-masa unik yang dijalani dengan kebersamaan dilengkapi secangkir kopi. Kembali kubandingkan rasa kopi ditanganku dengan kopi yang saya rasakan beberapa hari yang lalu…
Beberapa hari yang lalu, aku menikmati kopi kadang di pagi hari, kadang disiang hari, kadang di malam hari….semuanya tergantung keinginan saja. Sempat berniat menghentikan kebiasaan minum kopi karena alasan kosmo medis , namun nyatanya tak berhasil karena tidak diniatkan secara serius. Alih-alih berhenti malah makin konsumtif karena relasi soulmate yang terjalin. Beberapa hari yang lalu aku menikmati kopi instan dengan merk-merk yang tidak sama setiap harinya namun kopi itu disediakan oleh orang yang kita sayangi…. Tidak lagi membahas komposisi atau racikan kopinya, namun kali ini adalah rasa kopi pada tiap merk berbeda yang disediakan oleh orang yang sama….(soulmate/garwo) rasanya………tentu berbeda, lebih enak, terlebih saat kopi suam-suam kuku bisa disuapkan atau saling menyuapi lebih tepatnya,sangat enak…. Dengan kopi sekali lagi, menyampuli kebersamaan kita, membingkai indah keterbiasaan menjadi kehangatan. Walaupun kopi disajikan oleh sebuah warung milik bu Hamida alias bu Hamdanah (Bu Heeem* red) atau saya sendiri yang menyajikannya, rasanya sama enaknya…sure! It’s work!!! Dan dari kopi ini, aku punya harapan falsafah yang sedikit mekso…(sangat mekso)
Semoga Soulmateku ini seperti kopi, yang setia bagaimana pun keadaan penyintanya, baik suka dan duka, soulmate seperti kopi yang berapa pun harganya tetap memberikan rasa terbaik bagi penyintanya (setia bagaimana pun keadaan kurang atau lebinya couple kita). Soulmate seperti kopi original (selalu jujur dan terbuka). Soulmate seperti esensial fungsi kopi (tidak hanya menyenangkan namun juga dapat menenangkan). Soulmate seperti kopi berbagai rasa, mocca,cream,coklat,susu, (selalu bisa menerima dan melengkapi pasangannya ). Sekali lagi, ku putar cangkir kopi ditanganku….tinggal seteguk, serasa lidahku masih ingin menikmati kebaikan kopi yang bersahabat denganku…..rasanya berbeda kopi beberapa hari lalu dan kopi yang kunikmati sekarang,,,,
Alhamdulillah wa syukurillah, walaupun sendiri menikmati kopi ini namun setidaknya kopi masih setia menemaniku, Semoga Tuhan menyehatkan badanku dan sampai dengan selamanya jiwa ragaku terhindar dari penyakit yang mengharuskan menjauhi kopi (Na’udzubillah).
“Soulmate secangkir kopi_inspirasi kangen yang teramat_masa demi masa 181212”
.jpg)