Cari Blog Ini

Kamis, 21 Juni 2012

Manajemen Hati_Q


Ujian???  Don’t worry….!siapkan dulu <<Manajemen Hati>>

Semarang, nala_inspiration  21/06/12

Pernahkan dalam hidup ini kita berfikir bahwa “ujian itu bagian dari hidup?’’ sedih senang, duka,bahagia, menjadi warna  yang menghiasi hidup. Istilah ‘’ hidup itu bak roda kehidupan yang terus berputar, kadang di atas, kadang di bawah’’ sudah sering kita dengar, tetapi  apakah sudah kita mengerti dan memaknai kalimat yang sangat sederhana namun memiliki makna yang begitu dalam tersebut?
Artikel ini khusus saya buat untuk Anda yang sedang terpuruk, galau, sedih, atau sedang kecewa. Berangkat dari pengalaman dan cara saya belajar memandang dan memaknai anugrah kehidupan ini, izinkan saya berbagi dengan Anda…
 Setiap manusia memiliki rangkaian cerita sendiri sebagai pengalaman hidup, tak jarang  dari kita yang menghadapi  variasi tingkatan ujian dari yang sangat berat sampai yang ringan dengan intensitas keseringan yang berbeda pula. Yah, Tuhan  yang Maha Kasih tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan kita makhlukNya...nah dari situ dapat kita simpulkan bahwa ujian yang kita peroleh sebenarnya telah sesuai dengan proporsi  kekuatan kita masing-masing, bedanya hanya terletak dari cara mensikapi  dan bagaimana kita menghadapi ujian kita sendiri.
Tuhan menguji kita bukan tanpa maksud, layaknya sekolah, ujian dijadikan tolok ukur keberhasilan kita dalam belajar.  Karena hidup itu adalah belajar dan berjuang maka ujian itu merupakan bagian dari hidup yang pasti kita terima saat kita berada dalam fase-fase tertentu dalam menjalani kehidupan. Problematika kehidupan yang paling pelik, susah, dan membuat kita menderita sekalipun jika kita dapat berhasil melewatinya sebenarnya akan menjadi romansa indah yang akan kita kenang, disitulah hikmah bahagia yang dapat kita dapatkan. Oleh karena itu, sudah seyogyanya kita memiliki pegangan  hidup untuk kita bersandar dan menyerahkan segala urusan pada Si Empunya Hidup yang Maha Pengatur lagi  Bijaksana agar kita jauh dari keterpurukan dan keputusasaan.
Di atas langit masih ada langit, istilah yang dapat kita samakan terhadap berbagai varian ujian yang kita anggap berat. Dari masalah  ekonomi, saat kita mengalami  kesulitan keuangan,tidak mendapat pekerjaan, gulung tikar,penipuan,masalah hati seperti  kehilangan orang yang kita sayangi, patah hati,perceraian,  dihianati, masalah pendidikan seperti biaya perkuliahan, skripsi, masalah sosial seperti kesenjangan sosial, dikucilkan, dan masih banyak lagi. Ujian dari salah satu masalah tersebut terasa semakin berat saat kita tidak dapat berbijaksana terhadap diri sendiri dan masalah tersebut dapat membuat kita menyerah tak berdaya begitu saja. Namun tahukah kita sebenarnya kegagalan kegagalan tersebutlah tempaan yang membuat kita semakin kuat untuk menjalani kesuksesan. Ujian berat yang kita hadapi seperti beberapa lembar kertas ujian yang terdiri dari beberapa  item soal yang harus kita kerjakan, ada soal yang mudah, ada soal yg sulit.  Masalah ringan akan menjadi berat jika kita mensikapinya dengan berat dan malah akan menjadi besar saat kita lari dan membiarkan masalah kecil menjadi berlarut tanpa ada kemauan mencoba untuk menghadapi. Demikian juga dengan ujian berat akan menjadi terasa  ringan jika kita menghadapinya dengan persiapan manajemen hati yang dapat kita latih sedari sekarang.
Kita tahu bahwa, dewasa ini, semakin banyak manusia bijak yang bekerja menggunakan hati, banyak juga motivator-motivator handal yang dapat dengan mudah kita temui baik interaksi secara langsung ataupun secara on line, tak ketinggalan juga  inspirator-inspirator hebat yang sangat mengesankan yang mampu menggugah kita kapan saja. Namun menurut saya, walaupun kita setiap hari membaca kalimat-kalimat golden ways baik dari seorang motivator, inspirator, itu tak menjamin kita dapat bergerak berubah menjadi yang lebih baik kalau kita tidak berniat untuk berubah lebih baik. Ya…kita bisa bersemangat lagi secara instan karena mereka memang bekerja untuk menciptakan kalimat-kalimat hebat untuk membangun kita…, saat itu juga, namun apakah kita bisa mempertahankan semangat itu lebih lama terlebih jika kita tidak benar-benar meresapi dan mematrikan kalimat hebat yang mereka buat dalam renungan hati kita? Ada jaminan Anda bisa berubah saat itu juga…terlebih saat kita sedang terpuruk. Disadari atau tidak, menurut saya, semangat hidup kita  itu  sifatnya fluktuatif. Kadang menggebu-gebu, kadang standar, dan sewaktu-waktu melemah bahkan sedemikian lemah sampai garis lurus pertanda koma, dan bisa kembali berdetak standar dan naik turun kapan saja. Kita punya sifat manusiawi yang tidak bisa kita pungkiri yaitu malas dan bosan, jika kita menjauhi keduanya, bersiaplah menjadi orang hebat!  Maka saran saya, buatlah kalimat Anda sendiri untuk membangun diri dan jiwa kita sendiri yang membangunkan kita setiap saat, tak hanya saat kita menghadapi ujian semata. Pelajarilah manajemen hati , dan bergeraklah untuk mengamalkannya…..!


“Kita adalah kita yang menciptakan sendiri dunia kita, jadikanlah hati kita untuk bisa menjadi motivator handal untuk diri kita sendiri  (la2_amazing word)”

 “Kesuksesan seperti sebentuk demokrasi, dari kita sendiri, oleh kita sendiri dan untuk kita sendiri (la2_amazing word)”

Manajemen hati yang saya rumuskan diantaranya adalah:
1.       ****Sabar
Manajemen hati bisa diawali dengan berpikir mengenai definisi kata sabar dan legowo. Sabar sendiri adalah sifat dan sikap bertahan dengan menerima kesulitan ujian yang kita hadapi. Menjadi penyabar itu tidak sulit jika kita mampu dan mau berlatih meresapi  arti sikap sabar itu sendiri yang sejatinya adalah untuk membangun kekuatan diri sendiri, baik kekuatan pikiran, kekuatan hati, dan kekuatan iman. Nah, jika kita memiliki pilar-pilar kekuatan utama dalam diri kita sendiri sudah barang tentu kita dapat melewati ujian yang kita terima. Seberapa pun telak kekalahan kita,  seberapa pun ketidakberdayaan kita, seberapa pun kacaunya hidup kita karena suatu masalah, seberapa pun hancur hati kita, seberapa pun kekecewaan kita, seberapa pun kemarahan kita dari ketidakadilan,  seberapa pun kesalahan yang pernah kita lakukan,seberapa pun sulitnya…maka bersabarlah!! itu modal awal kita untuk membangun diri kita sendiri dan hanya sikap sabar itu yang akan memuliakan hati.
Berbagai  dalil mengenai sabar telah saya hafalkan sedari kecil, namun beranjak dewasa barulah saya memaknai sabar dengan praktik dan cara saya sendiri. Sekarang cobalah bersabar! Setidaknya dengan sabar kita merasakan sejuknya hati  dengan beberapa hembusan nafas yang Tuhan berikan. Dengan sabar juga setidaknya kita dapat mengurangi lipatan-lipatan didahi kita yang menyebabkan kerutan-kerutan kulit nampak tua. Dengan sabar juga kita menghemat sekian kalori yang terbakar emosi. Hehe ^_^
****IKhlas
______bersambung